Belajar di Sumpang Bita, Siswa SMA Al-Mubarak Dilatih Berpikir Kritis Sejak Sekarang
- smaamcis
- Apr 8
- 2 min read
SMA Al-Mubarak Cendekia Islamic School melaksanakan kegiatan field trip edukatif di Situs Prasejarah Sumpang Bita sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas yang terintegrasi. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler yang menggabungkan lintas mata pelajaran, yaitu Biologi, IPS, dan Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual, di mana siswa belajar langsung dari lingkungan nyata dengan mengintegrasikan kajian ilmiah, sejarah, serta kemampuan literasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Siswa dihadapkan pada berbagai permasalahan nyata terkait situs prasejarah, seperti upaya pelestarian, makna historis temuan, serta relevansinya dengan kehidupan masa kini.
Selama kegiatan, siswa melakukan observasi langsung, mengidentifikasi masalah, serta menganalisis data dari perspektif IPA dan IPS. Hasilnya kemudian dituangkan dalam bentuk laporan dan karya tulis menggunakan Bahasa Indonesia.

Selain aspek pembelajaran, kegiatan ini juga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para siswa. Untuk mencapai lokasi gua Sumpang Bita, siswa harus menempuh perjalanan dengan mendaki sekitar 1.000 anak tangga hingga mencapai ketinggian kurang lebih 280 meter di atas permukaan laut.
Meskipun perjalanan tersebut cukup melelahkan dan membutuhkan usaha yang besar, para siswa tetap menunjukkan semangat dan kebersamaan. Rasa lelah terbayar ketika mereka berhasil sampai di lokasi, yang justru menghadirkan rasa senang, bangga, dan pengalaman berharga yang tidak mudah dilupakan.
Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, memecahkan masalah secara sistematis, bekerja kolaboratif, serta mengkomunikasikan gagasan secara ilmiah. Kegiatan ini juga mencerminkan pembelajaran yang aktif, interdisipliner, serta berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.

Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SMA Al-Mubarak Cendekia Islamic School telah dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia perkuliahan, yang menuntut kemampuan berpikir kritis, analisis yang mendalam, serta kemampuan menyampaikan ide secara ilmiah.
Kepala SMA Al-Mubarak Cendekia Islamic School, Jamaluddin Afgani, S.S., M.Hum., menyampaikan:
“Kegiatan ini kami rancang bukan sekadar kunjungan, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi. Kami ingin siswa terbiasa berpikir kritis, mengkaji permasalahan secara langsung, serta mampu menuangkan gagasannya secara ilmiah. Perjalanan menuju lokasi juga menjadi bagian dari pembelajaran tentang semangat, ketekunan, dan kebersamaan.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang bermakna serta keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.




Comments