Recharge Iman, Upgrade Takwa: Madrasah Ramadan Perdana SMA Al Mubarak Cendekia Islamic School Penuh Makna
- smaamcis
- Mar 10
- 3 min read
SMA Al Mubarak Cendekia Islamic School menggelar kegiatan Madrasah Ramadan untuk pertama kalinya pada Kamis–Jumat, 5–6 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan SMP Al Mubarak Cendekia Islamic School dan diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta pada Kamis (5/3) mulai pukul 09.00 WITA. Madrasah Ramadan ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan para siswa, menumbuhkan kesadaran beribadah di bulan suci Ramadan, serta membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia melalui rangkaian kegiatan pembinaan spiritual dan kebersamaan.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dipandu oleh Ust. Muh. Arwan, S.H. sebagai pembawa acara dalam rangkaian seremoni pembukaan kegiatan Madrasah Ramadan tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan sekolah dan yayasan. Hadir mewakili Yayasan Madrasah Cendekia Imam Asy Syafi'i, Ketua Kurikulum Al Mubarak Cendekia Islamic School, Bapak Heri Arianto, S.Pd.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMA Al Mubarak Cendekia Islamic School, Jamaluddin Afgani, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berkumpul bersama, tetapi menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melakukan refleksi diri, menata kembali niat dan tujuan hidup, serta meningkatkan kualitas ibadah, terutama melalui rangkaian kegiatan seperti materi keislaman, muhasabah, hingga qiyamul lail. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan, tetap menjaga kebersamaan, serta saling menguatkan dalam kebaikan.

Sementara itu, Kepala SMP Al Mubarak Cendekia Islamic School, Hamka, S.Pd., yang ditemui secara terpisah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Madrasah Ramadan yang menjadi wadah pembinaan karakter dan spiritual bagi para siswa. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi para peserta didik untuk semakin mencintai ibadah, memperdalam pemahaman agama, serta menumbuhkan kebiasaan baik yang dapat terus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta membangun kebersamaan dan ukhuwah di antara para siswa.
Sementara itu, Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Madrasah Ramadan tahun ini mengusung tema “Recharge Iman, Upgrade Takwa.” Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengisi kembali energi keimanan yang mungkin mulai melemah dalam rutinitas sehari-hari. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa mampu meningkatkan kualitas ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Selama kegiatan Madrasah Ramadan, para siswa mengikuti berbagai kajian islami yang disampaikan oleh para pemateri. Ust. Adriansyah Ramadhan membawakan materi tentang pentingnya adab dalam kehidupan seorang muslim, sementara Ust. Safaruddin, S.H. menyampaikan beberapa materi keislaman, salah satunya mengenai penguatan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan Madrasah Ramadan juga dikemas secara menarik dan interaktif. Para siswa mengikuti games bahasa Arab yang bertujuan untuk melatih kemampuan bahasa sekaligus menambah suasana kebersamaan dan keceriaan di tengah kegiatan pembinaan spiritual.
Selain itu, para siswa juga melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar dan para pengendara yang melintas di depan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial serta upaya menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya di bulan suci Ramadan.

Kegiatan lainnya yang tidak kalah berkesan adalah buka puasa bersama, shalat berjamaah, serta shalat tarawih. Pada pelaksanaan tarawih kali ini, para siswa mendapatkan pengalaman yang berbeda. Untuk dua rakaat saja, pelaksanaan shalat dapat berlangsung hingga sekitar 20 menit karena bacaan Al-Qur’an yang panjang dan khusyuk.
Beberapa siswa mengaku pengalaman tersebut sangat berkesan. Salah satu peserta mengatakan bahwa tarawih dengan bacaan yang panjang membuatnya merasakan suasana ibadah yang lebih mendalam dan menenangkan.
“Awalnya terasa lama, tetapi setelah dijalani justru terasa sangat khusyuk. Saya merasa lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih memahami makna Ramadan,” ungkap salah satu siswa.
Siswa lainnya juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Madrasah Ramadan menjadi pengalaman yang menyenangkan karena selain menambah ilmu agama, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antar siswa.

“Saya senang karena bisa belajar banyak tentang agama, mendengar kajian yang menarik, serta merasakan kebersamaan dengan teman-teman. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap Ramadan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Madrasah Ramadan perdana ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga mampu membawa semangat perubahan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai Ramadan dapat terus terjaga bahkan setelah bulan suci berakhir.




Comments